mencari penghasilan tambahan
December 25th, 2007 by momoetMENCARI PENGHASILAN TAMBAHAN
Kalau Anda membaca NOVA
yang lalu, Anda mungkin ingat bahwa saya pernah menyarankan kepada Anda agar
pada tahun 2001 ini Anda sebaiknya mencoba mencari penghasilan tambahan dengan
menjalankan usaha sampingan.
Kenapa sih Anda perlu
penghasilan tambahan? Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya (dan
seringkali saya ulang-ulang), bahwa salah satu kunci kesejahteraan keuangan
dalam keluarga sebetulnya bukanlah di seberapa besar jumlah penghasilan Anda,
tapi bagaimana Anda mengelola penghasilan tersebut. Berapapun besarnya
penghasilan dalam keluarga Anda, kalau Anda tidak bisa mengelolanya dengan
baik, maka kesejahteraan tidak akan bisa Anda raih.
Namun demikian, apakah Anda
sebaiknya tidak usah menambah penghasilan dalam keluarga Anda? Tidak juga.
Penghasilan yang besar memang tidak menjamin bahwa keluarga Anda bisa mencapai
kesejahteraan keuangan, tapi penghasilan yang besar bisa membantu keluarga Anda
mencapai kesejahteraan. Jadi sekali lagi, penghasilan yang besar tidak
menjamin, tetapi hanya membantu. Karena itu, akan lebih baik kalau Anda bisa
menambah sumber penghasilan Anda.
Ada
sejumlah cara untuk menambah
penghasilan dalam keluarga Anda:
1. Bekerja sebagai karyawan
2. Bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian
3. Menjalankan Usaha Sampingan
4. Berinvestasi
Bekerja Sebagai Karyawan
Anda bisa mendapatkan penghasilan
tambahan dengan bekerja di sebuah perusahaan. Anda bisa bekerja sebagai seorang
sekretaris, karyawan bagian pembukuan, administrasi, atau apa pun itu. Yang
penting, Anda mendapatkan gaji. Jadi kalau pada saat ini Anda tidak bekerja dan
hanya suami Anda yang bekerja (sebagai karyawan juga misalnya), maka dengan
sekarang Anda juga bekerja sebagai karyawan, maka akan ada dua gaji dalam
keluarga Anda.
Atau, kalau misalnya pada
saat ini Anda sudah bekerja sebagai seorang karyawan, mungkin Anda bisa menjadi
karyawan juga di tempat lain. Jadi Anda mendapatkan dua gaji. Seorang teman
saya bekerja di sebuah perusahaan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sedangkan
malamnya dia juga bekerja di sebuah restoran dari jam 6 sore sampai jam 10
malam. Dia mendapatkan dua gaji dalam sebulan.
Apa sih kelebihan dan
kekurangannya dengan bekerja sebagai karyawan? Yang jelas, bekerja sebagai
karyawan memang enak, karena Anda tinggal datang, bekerja, dan pada akhir bulan
mendapatkan gaji. Anda cuma perlu menuruti aturan jam kerjanya saja.
Kekurangannya, tentu saja,
bahwa kalau Anda tidak bekerja, Anda tidak akan mendapatkan gaji. Sederhana
sekali. Itulah sebabnya banyak orang yang sudah berusia 50 - 60 tahun tetapi
masih tetap bekerja sebagai karyawan karena takut tidak mendapatkan gaji lagi
bila dia tidak bekerja.
Bekerja Sendiri dengan Mengandalkan Keahlian
Kalau Anda punya keahlian
khusus, Anda bisa bekerja dan mendapatkan honor dari situ. Contohnya, kalau
Anda bisa menyanyi, Anda bisa menyanyi di pesta-pesta dan mendapatkan honor.
Mungkin Anda bisa mengajar? Yah, kalau Anda bisa mengajar, Anda bisa mengajar
dan mendapatkan honor.
Bekerja sendiri harus
dibedakan dengan bekerja sebagai karyawan. Sebagai karyawan Anda mendapatkan
gaji, sedangkan di sini Anda tidak mendapatkan gaji, tetapi mendapatkan honor.
Contoh mereka yang bekerja dengan mengandalkan keahlian dan mendapatkan honor
pada umumnya adalah artis yang main sinetron, atau dokter dan arsitek yang
membuka praktek sendiri dengan mendapat bayaran dari pasien atau kliennya.
Kalau Anda perhatikan,
sebetulnya hampir setiap orang punya keahlian atau keterampilan khusus yang
bisa dijual. Masalahnya di sini adalah apakah Anda berani menjadikan keahlian
atau keterampilan yang Anda miliki itu untuk bisa dijual kepada khalayak?
Kelebihan bekerja sendiri
dengan mengandalkan keahlian adalah bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan
yang memang sesuai dengan keahlian Anda. Artinya, Anda akan termotivasi untuk
lebih memperdalam keahlian Anda sehingga akan mendapatkan bayaran yang lebih.
Kekurangannya adalah, kalau Anda tidak bekerja (absen), Anda tidak akan
mendapatkan bayaran.
Menjalankan Usaha Sampingan
Kenapa Anda tidak mencoba
menjalankan sebuah usaha sampingan? Anda bisa membuka toko atau warung. Anda
bisa buka biro jasa yang menjual segala macam jasa. Mungkin juga sebuah usaha
jahitan. Kenapa Anda tidak mencobanya?
Yang penting di sini, usaha
sampingan tersebut suatu saat kelak bisa Anda serahkan pengelolaannya kepada
anak buah yang Anda percayai, sehingga Anda tidak perlu terlibat terus di
dalamnya seumur hidup Anda. Toko misalnya. Anda mungkin bisa membuka sebuah
toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Setelah beberapa bulan,
Anda
kan
bisa menyerahkan pengelolaannya kepada anak buah Anda (yang
Anda gaji tentunya), sehingga Anda bisa enak nonton teve di rumah tapi bisa
tetap mendapatkan hasil keuntungan dari toko tersebut tiap bulannya. Inilah
yang menjadi kelebihan dari menjalankan usaha sendiri.
Mungkin Anda berpikir bahwa
untuk bisa berhasil dalam usaha perlu modal uang yang cukup besar. Tapi Anda
boleh tidak percaya, kesuksesan sebuah usaha seringkali tidak tergantung pada
besarnya modal Anda. Silakan toleh di sekeliling Anda, ada banyak orang yang
berhasil dalam usahanya dengan modal yang hanya sedikit. Yang paling penting di
sini adalah ide.
Ada
memang beberapa usaha yang
membutuhkan modal awal yang cukup besar, tapi banyak juga bidang usaha yang
tidak membutuhkan modal awal yang terlalu besar. Yang paling penting di sini
adalah bagaimana Anda bisa "mengakali" jumlah uang yang Anda miliki
sekarang agar cukup untuk bisa menjalankan ide bisnis di kepala Anda. Dengan
menjalankan sebuah usaha, Anda otomatis lebih terlatih untuk bisa mandiri dan
bertahan hidup. Itulah yang menjadi salah satu kelebihan lain dari menjalankan
usaha sendiri.
Berinvestasi
Anda punya uang berlebih?
Kenapa tidak menginvestasikannya saja? Jika Anda punya Rp 1 juta, mungkin itu
bisa Anda depositokan. Anda akan dapat bunga, dan bunga itulah tambahan
penghasilan Anda.
Anda punya barang yang
tidak Anda pakai? Perabot misalnya? Kenapa Anda tidak menjualnya dan
menginvestasikan uangnya dengan membeli emas, misalnya. Setelah satu dua tiga
tahun, mudah-mudahan saja harga emas itu naik. Nah, selisih kenaikan harga itu
adalah tambahan penghasilan bagi Anda.
Bagi Anda yang masih lajang
(tidak punya tanggungan) dan tinggal di rumah sendiri, kenapa Anda tidak kos
saja dan mengontrakkan rumah Anda? Dengan demikian, Anda akan mendapatkan
tambahan penghasilan dari pemasukan sewa rumah setiap bulan atau setiap
tahunnya. Atau kalau rumah Anda agak besar, kenapa Anda tidak menyewakan satu
dua kamar di antaranya untuk dijadikan kos-kosan kecil-kecilan? Anda akan dapat
pemasukan tambahan dari uang kosnya,
kan
?
Yang Penting Kemauan
Mencari Penghasilan
Tambahan sebetulnya tidak sulit. Yang penting Anda punya kemauan. Bila Anda
tidak memiliki kemauan untuk mau mendapatkan penghasilan tambahan, maka cara
apa pun yang ditunjukkan kepada Anda akan sulit Anda terima.
Jadi, semua berawal dari
kemauan. Jika memang tidak ada kemauan, ya, keadaan Anda tetap seperti
sekarang. Tapi bila Anda memang mau, Anda punya 4 pilihan untuk mendapatkan
penghasilan tambahan seperti di atas. Silakan pilih yang mana.